Minggu, 05 Desember 2010

Tugas Praktikum Linux 6

LAPORAN PRAKTIKUM
LINUX


MODUL 6
DNS SERVER
















Disusun oleh
Silvira Nurwidhiana
123080156
PLUG 1


Assistant
I Putu Jistha M




JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
UPN”VETERAN”YOGYAKARTA
2010


BAB I
DASAR TEORI


Domain Name System (DNS) merupakan suatu jenis sistem yang melayani pemetaan IP Address ke FQDN (Fully Qualified Domain Name) dan dari FQDN ke IP Address. Fungsi utama dari sebuah sistem DNS adalah menerjemahkan nama-nama host (hostname) menjadi nomor IP (IP Address) atau sebaliknya. Sehingga nama tersebut mudah diingat oleh pengguna internet. Fungsi lainnya adalah memberikan suatu informasi tentang suatu host ke seluruh jaringan internet. Bila tidak dibuat DNS maka manusia pasti akan kesusahan untuk mengingat alamat-alamat IP. Cara yang paling sederhana untuk proses mapping alamat IP dengan nama host adalah menggunakan file host yang berisi table alamat IP vs nama host. Di Linux ada di /etc/hosts sedang di Windows ada di \WINDOW$\HOSTS. File host tersebut harus dicopy ke semua komputer jaringan agar semua komputer dapat mengenali satu sama lain dengan menggunakan namanya bukan alamat IP nya.
Penggunaan DNS meliputi banyak hal, mulai dari browsing, cek mail, ftp, download, dll. DNS merupakan salah satu cara untuk menerjemahkan alamat host (nama komputer) ke bentuk IP address dan sebaliknya dari bentuk FQDN ke bentuk IP Address. Komputer dapat berinteraksi dengan komputer lainnya dengan menggunakan pengalamatan Internet Protocol Address yang terdiri dari 32 bit.
Pada sistem operasi Linux, DNS diimplementasikan dengan menggunakan software yang bernama BIND (Barkeley Internet Name Domain). BIND ini memiliki dua sisi yaitu sisi client dan sisi resolver. Resolver ini bertugas menanyakan tentang informasi nama domain yang dikirimkan ke sisi server. Sisi server BIND adalah sebuah daemon yang disebut named. Named inilah yang akan menjawab query-query dari resolver. BIND dapat diinstal dan dikonfigurasikan pada sebuah PC dalam jaringan kantor atau rumah yang selanjutnya disebut sebagai DNS Server. Komputer yang tidak mendefinisikan siapa server DNS nya tidak dapat memanfaatkan penamaan DNS.
Pada Linux, DNS Server pada umumnya menggunakan BIND. Secara defaults, BIND telah terinstal pada kebanyakan distro. Saat ini versi yang telah dirilis adalah 9.2.2.



Cara Kerja DNS
DNS bekerja berdasarkan query (baik berupa ping, browse, ssh, dig, host, nslookup, email, dll) atas permintaan ke suatu host.
Contoh :
·         Kita ingin mengakses vira.com, maka browser akan menanyakan pada DNS Server Local letak dari host yang mengelola name server dari DNS vira.com apakah telah terpetakan atau belum.
·         DNS Server Local akan menanyakan pada cache. Apabila host pernah mengakses vira.com, maka DNS server local pernah mengakses maka IP Address dari vira.com akan diambil.
·         Apabila belum diakses maka DNS server local akan mengontak root server(.). root server akan mengontak server yang bertanggung jawab atas domain .id, dan seterusnya server yang ada diatasnya akan melakukan kontak pada sub dari domain dibawahnya sampai vira.com diketahui data-datanya.
·         Browser melalui DNS server local mengontak DNS yang mengelola vira.com dan menyimpan pada cache.
·         Dan kita dapat berbrowsing ria

Struktur TLD (Top Level Domain)
COM : digunakan untuk perusahaan komersial
EDU : digunakan untuk lembaga pendidikan
ORG : digunakan untuk organisasi non-komersial
MIL : digunakan untuk organisasi militer
GOV : digunakan untuk lembaga pemerintah

NS (Name Server)
Digunakan untuk menyatukan “Authoritative Name Server” yang mengelola domain
A (Address)
Digunakan untuk memetakan suatu hostname ke suatu IP Address
PTR (Pointer)
Digunakan untuk meletakkan IP Address ke hostname
CNAME (Canonical Name)
Digunakan untuk menyatakan sebuah alias atau nickname dari suatu host
MX (Mail Exchange)
Digunakan untuk mengarahkan email untuk suatu host atau domain ke host yang berfungsi sebagai mail server

Struktur dasar DNS
File /etc/resolv.conf
Proses yang paling sederhana dari DNS adalah fungsi resolve atau hanya perantara untuk menanyakan ke server DNS di internet atau intranet. Tanpa mempunyai otoritas penuh sebagai nama server yang sesungguhnya. Fungsi resolver tersebut adalah fungsi yang paling sederhana yang sebaiknya minimal dijalankan di server proxy.
Untuk menjalankan fungsi resolver yang harus diset adalah file /etc/resolv.conf. File ini akan memberitahukan mesin linux, name server mana di internet yang akan ditanyakan untuk memetakan nama host / domain ke alamat IP. Disamping itu juga kita memberitahukan di bawah domain mana mesin yang kita gunakan disamping kemampuan untuk mencari domain.
File /etc/bind/named.conf
Di dalam file ini berisi informasi letak direktori yang menyimpan file-file domain atau zone file. Terdapat juga zone statement untuk mendeklarasikan zone file domain kita dan reverse DNS zone yang dipergunakan untuk mengkonfigurasikan server DNS sebagai name server untuk IP ke host dari suatu alokasi address.






BAB II
LAPORAN DAN TUGAS


Langkah-langkah konfigurasi DNS Server :
Buka terminal
Ketik source di bawah ini

Maka akan muncul tampilan sbb























BAB III
KESIMPULAN


Pada Praktikum Linux kali ini saya mempelajari DNS Server. DNS merupakan suatu jenis sistem yang melayani pemetaan IP Address ke FQDN dan dari FQDN ke IP Address. DNS bekerja berdasarkan query (baik berupa ping, browse, ssh, dig, host, nslookup, email, dll) atas permintaan ke suatu host.






»»  LANJUT BACA...

Tugas Praktikum Linux 4

LAPORAN PRAKTIKUM
LINUX


MODUL 4
TRANSFER DATA
















Disusun oleh
Silvira Nurwidhiana
123080156
PLUG 1


Assistant
I Putu Jistha M




JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
UPN”VETERAN”YOGYAKARTA
2010


BAB I
DASAR TEORI


SSH
SSH server merupakan suatu program aplikasi yang berfungsi untuk melakukan remote server untuk suatu keperluan, antara lain untuk melakukan pemeliharaan sistem dan administrasi user maupun grup serta untuk melakukan pengamatan dan pengawasan mesin dari jauh.
Dalam praktikum ini, digunakan OpenSSH karena terbukti OpenSSH merupakan proyek GNU yang terjamin keamanannya dan bersifat gratis. Dikatakan aman, karena jika menggunakan program telnet untuk mengakses server dari jauh akan mengakibatkan data/perintah yang dikirim bisa dilacak atau dibaca oleh orang lain. Sedangkan jika menggunakan OpenSSH, semua paket data yang akan dikirim oleh mesin, akan terlebih dahulu diacak (dienskripsi) sehingga paket data akan terkirim secara biner. Setelah tiba di server, paket data akan diuraikan kembali sehingga bisa terbaca oleh sistem.

FTP
FTP (File Transfer Protocol) adalah protokol yang digunakan untuk transfer file antara dua host yang terdapat dalam jaringan. FTP adalah nama dari program client yang akan menghubungi ftpd, yaitu FTP daemon yang berfungsi sebagai server yang melayani permintaan client. Ketika client menghubungi ftpd, maka ftpd akan membuat jalur koneksi melalui port 21 sehingga user bisa mengirimkan perintahnya melalui port ini. Namun demikian transfer file dilakukan melalui port 20.
Di dalam pemakaian FTP, dikenal dua macam hak akses bagi pemakai, yaitu :
Anonymous FTP, setiap pemakai dapat menggunakan FTP untuk mengakses sebuah host tanpa harus mempunyai account di dalam host tersebut. Pemakaian anonymous FTP dengan memasukkan login dengan nama user anonymous dan passwordnya dapat berupa alamat mail atau guest atau tanpa password (tergantung dari host yang dituju).
Hanya user tertentu saja yang menggunakan FTP, yaitu dengan cara login dengan nama user dan password yang sudah didaftarkan sebelumnya.
Jenis-jenis file pada FTP site :
1.      File text, file-file ini merupakan file yang berbentuk text dengan ekstensi .txt. file ini dapat dibuka melalui text editor.
2.      File binary, yang termasuk jenis ini adalah file program, gambar, suara, termasuk file terkompresi seperti .zip, .tar, .gz, dll.





BAB II
LAPORAN DAN TUGAS


Pada praktikum kali ini, saya diminta untuk membuat file di dalam folder melalui terminal, kemudian dikirim ke PC asdos dengan SCP. Langkahnya adalah sebagai berikut :

mkdir Desktop/123080156
touch Desktop/123080156/123080156.txt


TUGAS
1.      Bagaimana cara membuat dan menampilkan pesan/banner pada waktu login ke SSH server ?
2.      Bagaimana cara login ke SSH server menggunakan user login yang berbeda?
3.      Bagaimana cara mengirimkan (upload) suatu file local ke dalam suatu directory tertentu pada host yang berlainan menggunakan SCP?
4.      Bagaimana cara mendownload suatu file yang terletak pada suatu directory tertentu yang berlainan host menggunakan SCP?

JAWAB

1.      nano /etc/ssh/sshd_config atau nano /etc/ssh/ssh_config
2.      ssh username@IP_login_yang_berbeda
contoh :
ssh cipiacca@192.168.133.XX
3.      scp /home/student/silvira.txt student@192.168.133.XX:/home/student
4.      scp namauser1@namahost1:/direktori/file namauser2@namahost2:direktori/file


BAB III
KESIMPULAN


Pada Praktikum Linux kali ini saya mempelajari transfer data. Transfer data dapat melalui SSH dan FTP. Untuk melakukan transfer data dengan SSH perlu melakukan konfigurasi SSH Server terlebih dahulu, tetapi tidak perlu melakukan konfigurasi SSH Client, dapat pula mengoperasikan SSH tanpa login.
Untuk mengirim file dapat pula menggunakan SCP. SCP merupakan perintah pengiriman file/data pada openssh secara terenskripsi, sehingga data/file yang terkirim lebih aman.
Untuk melakukan transfer data dengan FTP perlu konfigurasi vstpd dahulu. Untuk melakukan transfer file, sebelumnya client harus melakukan koneksi dengan server  FTP.





»»  LANJUT BACA...

Senin, 29 November 2010

14 months mariovira


kuingin SATU CERITA kita terbingkai dalam SATU LANGKAHKU. walaupun ku harus MENANTI WAKTU tuk tetap bersamamu, UNTUK YANG TAK BISA.....CUKUP DISINI
»»  LANJUT BACA...

Senin, 01 November 2010

4 Hal Bikin Pria Bertekuk Lutut Melamar Anda

"Sayang, aku hanya belum siap", kata seorang pria yang menolak untuk meminang kekasihnya. Jujur saja, untuk membuat pria melamar, ibarat ketika Anda ingin mencabut gigi. Bukanlah perkara mudah. Kebanyakan dari mereka mengulur-ulur waktu, bahkan menghindar.
Hal itu terjadi karena mereka berpikir tidak ingin cepat-cepat menikah, karena status menjadi suami membuat mereka tak sebebas ketika melajang.
Prinsipnya, cepat atau lambat kebanyakan pria ingin menjalin hubugan dalam rumah tangga. Ketika pria sudah siap, dia pasti akan memutuskan untuk hidup terikat dalam perkawinan.
Yang membuat pria mau memohon agar wanita bersedia dipinang adalah ketika dia merasa telah menemukan wanita paling tepat. Dan ketika menemukan, dia akan mempercepat proses meminang. Lantas, apa yang membuat pria benar-benar jatuh cinta dan mau meminang Anda?
Ketertarikan fisik
Awalnya dia menemukan ketertarikan wanita secara fisik. Kemudian setelah berkencan dan dia merasa nyaman, dia berpikir untuk meningkatkan kualitas hubungan lagi.
Daya tarik emosional
Setelah melewati ketertarikan secara fisik, sekarang dia merasa mendapatkan getaran emosional karena kepribadian mereka mulai seimbang. Atau, dia menemukan perbedaan yang dapat saling melengkapi. Hal ini membuatnya senang. Dia ingin menjalin hubungan lebih dekat, karena dia tahu timbul perasaan suka yang mendalam.
Daya tarik mental
Ketika pasangan terus menerus mejalin hubungan komunikasi yang baik, pria menemukan pesona terdalam dari wanita. Misalnya, cara berpikir wanita dan cara wanita merasa. Karakter wanita memunculkan kebanggaan buat pria.
Daya tarik jiwa
Saat pria mengakui kekasihnya, meski tidak sempurna, tapi sangat cocok untuk menjadi istrinya. Ia membutuhkan dukungan wanita untuk tumbuh bersama-sama menghadapi tantangan hidup, dan keinginan untuk mencapai kebahagiaan bersama.
Hal ini memotivasi dia untuk menjadi pelindung dan mendukung wanita. Pada titik ini, dia benar-benar jatuh cinta dengan belahan jiwanya.
»»  LANJUT BACA...

Sabtu, 30 Oktober 2010

Laki-laki Susah Minta Maaf

"Maaf," adalah kata yang paling sulit diungkapkan laki-laki selain kata “Terimakasih.” Demikian ungkap suatu studi di Kanada.
Tim peneliti dari Universitas Waterloo di Ontario, seperti diungkapkan harian The Vancouver Sun, baru-baru ini melakukan riset untuk mengetahui perbedaan antara pria dan wanita saat mengakui kesalahannya.
Dalam percobaan yang melibatkan 66 sukarelawan (33 wanita dan 33 pria) selama dua minggu, peneliti mencatat tingkat emosi para objek penelitian. Saat menganalisis hasil, para ahli menemukan kecilnya persentase jumlah respoden pria untuk meminta maaf dan mengaku bersalah saat menghadapi konflik.
Sementara wanita dinyatakan meminta maaf sebesar 35% lebih sering dibanding pria. Bahkan, wanita cenderung rela meminta maaf hanya untuk meredakan konflik yang terjadi.
Tak hanya itu, penelitian ini juga mengungkap bahwa penghinaan kasar seringkali membuat wanita tak tahan dan sakit hati sebesar 30% lebih daripada pria.
Para penulis penelitian juga menemukan bahwa kekebalan pria terhadap penghinaan jauh lebih tinggi daripada wanita. Reaksi mereka terhadap serangan tajam cenderung lebih tenang dibanding wanita, yang sering bereaksi lewat emosi terhadap kekerasan. Wanita cenderung lebih sensitif dan mudah tersinggung, meski pada seseorang yang tidak berperan dalam kehidupan mereka sekalipun.
Para ilmuwan menekankan bahwa perbedaan utama terhadap pengakuan bersalah pada pria dan wanita seringkali muncul dalam hubungan romansa. Wanita lebih takut untuk menyakiti pasangan mereka, sehingga saat meminta maaf, mereka lebih emosional dibanding pria, yang cenderung rasional dan logis mengakui rasa bersalahnya.
»»  LANJUT BACA...

Aturan Memulai Hubungan Baru

Ketika memulai hubungan asmara dengan kekasih baru, biasanya penuh trik dan 'permainan' tebak-tebakan. Dalam kondisi ini, pria cenderung tidak pintar menebak keinginan wanita.
Ketidaksamaan persepsi antarpasangan bisa memicu salah paham dan berpotensi menjadi sumber konflik. Ada baiknya, ketahui 'pedoman' memulai hubungan baru berikut ini  demi terciptanya hubungan awet dan minim konflik, seperti dikutip dari Your Tango.
1. Menunjukkan perasaan (public display affection)
Tiap orang memiliki level kenyamanan yang berbeda ketika tampil sebagai pasangan di depan umum. Bicarakan batas dan kenyamanan ini. Ungkapkan, mana yang berlebihan dan mana yang tidak.
2. Satu minggu sekali
Tentukan satu hari dalam seminggu di mana Anda dan dia menghabiskan waktu berdua saja. Meskipun sama-sama sibuk, komitmen ini sangat penting demi hubungan sehat. 
3. Tidak melarang menghabiskan waktu sendiri
Selalu bersama sebagai pasangan memang menyenangkan. Tetapi, jangan sampai Anda dan dia saling melarang untuk menghabiskan waktu sendiri. Biarkan dia sesekali menghabiskan waktu dengan teman-temannya, begitu juga Anda. Ini membuat hubungan justru jadi lebih hangat.
4. Jangan terlalu cepat bicara masa depan
Membicarakan masa depan yang terkait pernikahan dan anak di awal hubungan bisa membuat pria 'ketakutan'. Kecuali dia yang memulai. Sebaiknya jangan dulu dibicarakan. Nikmati saja dulu tahap penyesuaian di awal hubungan. Seiring mapannya hubungan, rencana masa depan akan datang dengan sendirinya.
5. Berteman dengan teman pasangan
Jangan langsung melakukan penilaian buruk pada teman-teman pasangan. Cobalah kenali dulu mereka. Sangat seru apabila Anda juga bisa akrab dengan teman-temannya.
6. Tetap tenang saat cemburu
Jangan mulai pertengkaran hanya karena ia melirik gadis lain yang berjalan sepintas. Demikian juga, ia tidak boleh marah ketika Anda melirik pria tampan yang sedang lewat. Ini hanya semacam lucu-lucuan yang justru bisa dijadikan permainan.
7. Jangan berasumsi
Jangan memaksanya untuk menebak keinginan Anda dan mengerti sendiri apa yang seharusnya dilakukan. Misalnya dengan mengatakan, "Tidak masalah jika kita tidak merayakan ulang tahunku." Akan lebih baik Anda terbuka mengungkapkan keinginan, apa yang disukai dan tidak disukai. Mintalah dia juga melakukan hal yang sama. Trik ini bisa meminimalisasi konflik.
»»  LANJUT BACA...

Minggu, 24 Oktober 2010

Tugas Praktikum Linux 3

LAPORAN PRAKTIKUM
LINUX


MODUL 3
KONSEP JARINGAN DAN TCP/IP
















Disusun oleh
Silvira Nurwidhiana
123080156
PLUG 1


Assistant
I Putu Jistha M




JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
UPN”VETERAN”YOGYAKARTA
2010


BAB I
DASAR TEORI


Network atau jaringan dalam bidang komputer dapat diartikan dua atau lebih komputer otonom yang dihubungkan dengan media transmisi / komunikasi dengan menggunakan suatu standarisasi sehingga dapat saling berinteraksi dan berkomunikasi.
Desain jaringan dan perangkat network
Jaringan tersusun atas beberapa host yang terhubung melalui perangkat jaringan. Yang meliputi antara lain :
  • Protokol Jaringan
Protokol jaringan adalah suatu standar yang harus saling dimengerti oleh satu komputer dan komputer lain agar dapat saling berkomunikasi
Macam- macam protokol jaringan antara lain : TCP/IP, NetBIOS, AppleTalk, IPX, NETBUI
  • Media Transmisi
Koaxial Cable : bentuk seperti cabel TV
TP (Twisted Pair) yaitu kabel yang terdiri atas 4 pasang yang saling berpilin.
Kabel ini ada 2 macam yaitu UTP (Unsheald Twisted Pair) dan STP (Sheald Twisted Pair). Pada umumnya UTP lebih banyak digunakan.
Fiber optic merupakan kabel yang tersusun atas serat optic
  • Kartu Jaringan / NIC
NIC (Network Interface Card) merupakan perangkat jaringan yang memiliki MAC Address, kenyataannya NIC inilah yang dikenali oleh jaringan, bukan komputernya.
  • Repeater, Router, Switch, HUB, Bridge
Alat-alat yang berguna menghubungkan antara segmen-segmen kabel LAN.
Repeater : alat untuk meneruskan jaringan koneksi, menguatkan sinyal
Router : alat untuk menghubungkan jaringan yang berbeda
Switch : alat untuk membagi host / jaringan
HUB : alat untuk membagi jaringan, fungsinya hampir sama dengan switch
Bridge : jembatan penghubung
Konfigurasi fisik dari host yang terhubung dapat dibedakan atas beberapa macam :
  1. Topologi bus
  2. Topologi ring
  3. Topologi star

Konsep TCP/IP (Transmision Control Protocol / Internet Protocol)
Tujuan utama dari pembuatan suatu jaringan adalah agar satu komputer dengan komputer lain dapat saling berkomunikasi. Hal ini tentunya tidaklah mudah apabila jaringan itu terdiri atas banyak aplikasi dan sistem operasi yang berlainan platform. Sehingga diperlukan suatu standar komunikasi antara satu komputer dengan komputer yang lain. Maka dari itu dibuatlah standarisasi komunikasi jaringan salah satunya TCP/IP.
TCP/IP tersusun atas empat layer :
  1. Application
  2. TCP
  3. IP
  4. Network Interface

·        Layer Network Interface
Adalah layer yang berhubungan dengan media (perangkat keras). Layer ini menghubungkan perangkat keras pada komputer dengan perangkat lunaknya
LAN Card untuk kabel UTP
Modem untuk kabel telepon dan kabel FO (Fiber Optic)
WNIC untuk kabel Wave Lan
·        Layer IP
Layer ini menangani pengalamatan suatu host (komputer) dalam jaringan. Dan hal ini dilakukan dengan menggunakan IP Address.
·        Layer TCP
Layer ini menangani pengalamatan suatu service (port) pada suatu host
·        Layer Application
Layer yang berhubungan langsung dengan aplikasi yang berjalan pada host


Pengaturan IP Address
IP Address ada dua macam yaitu IPv4 (32 bit) dan IPv6 (128 bit). Yang banyak digunakan saat ini adalah type 32 bit dan biasanya ditulis dalam 4 kelompok bilangan.
Apabila dihitung secara desimal standar maksimum untuk IP address adalah 255. Jadi format maksimum dari IP adalah 255.255.255.255 atau jika dibinerkan menjadi 11111111.11111111.11111111.11111111. Dari format tersebut terdiri atas dua bagian yaitu network ID dan Host ID. Network ID menunjukkan alamat dari jaringannya dan Host ID menunjukkan banyak dari host yang ada.



BAB II
LAPORAN DAN TUGAS


Soal :
Saya mempunyai IP 192.168.20.0 . IP tersebut ingin saya bagi untuk 5 laboratorium.
  1. Berapa range IP valid untuk masing-masing lab?
  2. Berapa netmask tiap host?

Jawab :
192.168.20.0 untuk 5 lab
2^n – 2 >= 30
2^5 – 2 >= 30
n = 5

NP + HP = 32
NP + 5   = 32
NP         = 27

192.168.20.0     merupakan network 1
192.168.20.32   merupakan network 2
192.168.20.64   merupakan network 3
192.168.20.96   merupakan network 4
192.168.20.128 merupakan network 5
192.168.20.160 merupakan network 6

Range IP valid lab 1 : 192.168.20.1 – 192.168.20.30
Range IP valid lab 2 : 192.168.20.33 – 192.168.20.62
Range IP valid lab 3 : 192.168.20.65 – 192.168.20.94
Range IP valid lab 4 : 192.168.20.97 – 192.168.20.126
Range IP valid lab 5 : 192.168.20.129 – 192.168.20.158

Netmask
255.255.255.(256-32)
255.255.255.224 / 27



BAB III
KESIMPULAN


Pada Praktikum Linux kali ini saya mempelajari konsep jaringan dan TCP/IP. Jaringan diperlukan agar dua atau lebih komputer otonom dapat saling berinteraksi dan berkomunikasi yang dihubungkan dengan media transmisi yang menggunakan standarisasi. Perangkat jaringan antara lain : protokol jaringan; media transmisi; kartu jaringan; repeater, router, switch, HUB, bridge. Konfigurasi fisik dari host yang terhubung terdiri dari topologi bus, topologi ring, dan topologi star. Konsep TCP/IP tersusun dari 4 layer yaitu layer network interface, layer IP, layer TCP, dan layer application. IP address terdiri dari network ID dan host ID.




»»  LANJUT BACA...

Senin, 18 Oktober 2010

Tugas Praktikum Linux 2


LAPORAN PRAKTIKUM
LINUX



MODUL 2
COMMAND LINE & ADMINISTRASI SISTEM


















Disusun oleh
Silvira Nurwidhiana
123080156
PLUG 1


Assistant
I Putu Jistha M




JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
UPN”VETERAN”YOGYAKARTA
2010


BAB I
DASAR TEORI

PERINTAH-PERINTAH DASAR LINUX
Pada saat pertama kali menggunakan UNIX / Linux, setiap user harus memasukan login dan password. Pada sistem operasi DOS, setiap user yang memakai komputer tidak pernah ditanya login dan password, karena DOS memang dirancang tidak untuk sistem multi-user. Sedangkan UNIX / Linux, sejak awal pengembangannya memang ditujukan untuk sistem multi- user sehingga dilengkapi dengan sistem keamanan yang handal.
1. login
fungsi : untuk masuk ke dalam jaringan
keterangan : Setiap pemakai sah dari sistem UNIX mempunyai identifikasi pemakai
sendiri (ID).
2. password
Fungsi : Memasukkan kata sandi setelah login.
Keterangan : Untuk pemakai yang baru didaftar oleh SUPER USER maka user tidak
perlu memasukkan kata sandi.
3. passwd
Fungsi : Untuk membuat atau mengubah kata sandi
Keterangan :
Seperti uraian keterangan di password, bila pertama kali log in ke sistem UNIX, harus
dibuat kata sandi untuk diri sendiri. Harus dipikirkan suatu urutan huruf dan angka yang lebih panjang dari 6 karakter untuk kata sandi tersebut. Program password meminta pengetikan kata sandi sebanyak 2 kali. Bila ternyata kedua ketikan bukan kata yang sama, akan diberikan kesempatan sekali lagi. Sekali diterapkan sebuah sandi, maka tidak dapat log in tanpa memberitahukannya pada UNIX, oleh karena itu password jangan sampai terlupa.
4. who
Fungsi : untuk mengetahui daftar pemakai yang sedang aktif (login)
Keterangan : perintah who akan memberikan daftar pemakai yang baru saja log in dengan menunjukkan nama pemakai, terminal ID, dan waktu masing-masing log in.
5. finger
Fungsi : finger mempunyai kegunaan hampir sama dengan who, hanya saja finger menyediakan informasi identitas user yang lebih lengkap dari ada who.
6. logout
Fungsi : Untuk keluar dari sistem
Keterangan : bila pemakai akan mengakhiri penggunaan terminal sebaiknya menjalankan perintah ini, agar hak akses pada log in-nya tidak disalahgunakan oleh orang lain yang tidak berhak.
7. exit
Fungsi : Untuk keluar dari sistem
Keterangan : sama dengan perintah log out.
8. whoami
Fungsi : untuk mengetahui siapa user yang sedang login di suatu komputer / terminal
Keterangan : digunakan bila anda menemukan terminal yang belum logout atau exit dan ingin mengetahui milik siapa terminal tersebut diaktifkan.
9. date
Fungsi : Menunjukkan atau mengatur tanggal
Keterangan : Melaporkan atau mengatur tanggal dan waktu sistem. Bila tidak ada argumen yang ditentukan, akan dilaporkan tanggal dan waktu sekarang.
10. cal
Fungsi : mencetak kalender mulai tahun 0000 s/d 9999
Keterangan : membuat kalender bulan dan tahun yang ditentukan. Bila bulan tidak disertakan, maka dibuat kalender untuk 1 tahun.

SISTEM FILE DAN DIRECTORY
Perintah-perintah UNIX yang berhubungan dengan file dan directory sebagai berikut :
1. pwd
fungsi : menunjukkan directory aktif
keterangan : Perintah ini singkatan dari “print working directory”. Seorang pemakai selalu berhubungan dengan sebuah directory kerja, yang ada kalanya pemakai tersebut tersesat sampai jauh, maka perintah ini bermanfaat untuk mengetahui posisi pemakai dalam suatu directory.
2. cd [nama]
Fungsi : mengubah directory
Keterangan : Membawa pemakai ke directory kerja baru. Bila nama directory tidak ditentukan, cd mengatur supaya directory kerja berada pada home directory pemakai.
3. ls [options] nama
Fungsi : menampilkan daftar file dalam directory aktif.
Keterangan :
Perintah ini akan menampilkan informasi mengenai directory dan file. Bentuk sederhana perintah ls akan menampilkan hanya nama file. Bentuk panjang ditandai dengan menggunakan option –1, yang akan menampilkan nama-nama file beserta informasi untuk setiap file yang ditampilkan.

PROTEKSI FILE DAN SEKURITI PADA UNIX
Masalah keamanan data amatlah penting dalam bidang teknologi informasi. UNIX dalam hal ini jauh lebih unggul dari pada DOS yang tidak menyediakan fasilitas ini. DOS hanya mempunyai fasilitas ATTRIBUT dengan pilihan Read Only dan Hidden. DOS hanya menyediakan fasilitas untuk untuk menyembunyikan file (hidden) dan memproteksi file (read-only) agar tidak dapat dihapus atau dimodifikasi. Sedangkan fasilitas kepemilikan file tidak disediakan. UNIX menyediakan sekuriti yang sangat baik sekali. Tiap-tiap file pada UNIX mempunyai tingkat sekuriti sendiri.
Kalau dibandingkan dengan DOS, tampilan direktori di atas sedikit berbeda. Selain nama file, ukuran file, tanggal dan jam pembuatan, juga ada tambahan informasi berupa nama user, nama group dan mode file. Untuk keterangan kolom directory indicator adalah merupakan informasi untuk file yang ditampilkan bahwa nama yang ditampilkan adalah sebuah sub directory. Kolom kedua menunjukkkan hak akses bagi sekelompok atau hanya untuk satu pemakai itu sendiri.
Arti dari karakter rwx, r (read) menyatakan ijin untuk membaca file, w (write) menyatakan ijin untuk menulis (memodifikasi), merubah maupun menghapus, dan x (execute) menyatakan ijin untuk menjalankan program. Karakter pada posisi bersangkutan menunjukkan bahwa ijin telah dicabut.

MENGUBAH IJIN AKSES
Ijin akses terhadap file atau suatu directory dapat diubah-ubah dengan perintah chmod, yang bentuk perintahnya sebagai berikut :
chmod modus nama file [who] operasi ijin
Fungsi : merubah ijin akses
Keterangan :
Mengubah modus (file protection bits) sebuah file. Modus file adalah susunan bit dalam isi directory file yang menentukan siapa yang mendapat ijin untuk membaca, menulis, mengerjakan file. Hanya pemilik file atau super user yang boleh mengubah modusnya.
Bentuk pertama menggunakan bilangan oktal untuk mengatur modus. Yang kedua mnggunakan simbol untuk menentukan modus baru.
Argumen : Pembacaan, penulisan dan pengerjaan file menginginkan bit ditentukan dalam bentuk bilangan oktal. Bilangan oktal terdiri atas 4 digit. Most significant digit berisi bit untuk mengontrol pengerjaan, digit berikut mempunyai bit, bit ijin pemilik, digit berikutnya mempunyai bit ijin kelompok dan least significant digit mengandung bit ijin umum.
Bilangan oktal diperoleh dengan logic 0E dengan bit berikut :
4000 menentukan ID pemilik pada pengerjaan
2000 menentukan ID kelompok pada pengerjaan
1000 meninggalkan program dalam memori
0400 ijin membaca (Read) untuk pemakai
0200 ijin menulis (Write) untuk pemakai
0100 ijin mengerjakan (eXsekusi) untuk pemakai
0040 ijin membaca (Read) untuk anggota kelompok group
0020 ijin menulis untuk anggota kelompok
0010 ijin mengerjakan untuk anggota kelompok
0004 ijin membaca untuk orang lain
0002 ijin menulis untuk orang lain
0001 ijin mengerjakan untuk orang lain
who menentukan untuk siapa ijin diberikan
+ kombinasi 3 huruf,”o”,”g” dan “u” atau huruf tunggal “a”.
Default dari who ini adalah “a”.
a (all) semua
g (group) kelompok
u (user) pemakai
+ menambah ijin
- menghapus ijin
ijin r membaca
w menulis
x membaca
s mengatur ID pemilik/kelompok
t jangan menukar
Contoh mengubah mode file
$ ls -l coba
-rw-r--r-- 1 syarif users 206 Nov 26 13:17 coba (kondisi mula-mula)
$ chmod 777 coba (ubah mode file)
$ ls -l coba
-rwxrwxrwx 1 syarif users 206 Nov 26 13:17 coba* (mode di set 777)
$ chmod 700 coba (ubah mode lagi)

PERINTAH – PERINTAH LANJUTAN
1. Perintah Input-Output dan Proses Piping
Sama halnya dengan DOS, UNIX juga mampu mengenali beberapa karakter khusus dalam suatu perintah. Yang pertama adalah karakter > yang digunakan untuk menyalurkan standard output dari terminal ke sebuah file.
Contoh :
$ ls > output.txt -------- hasil dari perintah ls disimpan ke sebuah file dengan nama output.txt
$ more output.txt -------- melihat isi file output.txt
Dengan perintah di atas sebuah file baru dengan nama ‘output.txt’ akan terbentuk dan isi dari file tersebut adalah hasil dari perintah ls.
Selain itu user juga dapat menambahkan informasi di akhir sebuah file dengan cara menggunakan notasi >> seperti contoh berikut ini :
$ date >> output.txt -------- hasil dari perintah date ditambahkan ke akhir file dengan nama output.txt
$ more output.txt -------- melihat isi file output.txt
Thu Nov 26 14:29:38 JVT 1998 ------- > baris tambahan dari perintah date Input dari suatu perintah juga dapat diarahkan dengan menggunakan tanda <. Dengan menggunakan notasi ini, input yang biasanya didapat secara interaktif dari keyboard akan sebaliknya diarahkan untuk mengambil input dari sebuah file. $ ls -l > coba.txt ---hasil perintah ls disimpan me njadi coba.txt
$ wc <> /dev/lp0
Keterangan : Hasil cetakan ke-printer akan dipisahkan perhalaman dengan sebuah judul (header) pada bagian atas halaman. Header akan berisi tanggal, nama file dan nomer halaman.


BAB II
LAPORAN DAN TUGAS

Membuat user beserta password



Membuat Group untuk user1 dan user2

Membuat file dengan nama file1.txt pada direktori /home/user1

Membuat hak akses file1.txt agar user memiliki semua hak, group hanya bisa membaca dan mengeksekusi dan other hanya bisa membaca


TUGAS 2

Macam-macam command line pada Linux :

1. ls
Fungsi : menampilkan daftar file dalam directory aktif.
Keterangan : Perintah ini akan menampilkan informasi mengenai directory dan file. Bentuk sederhana perintah ls akan menampilkan hanya nama file. Bentuk panjang ditandai dengan menggunakan option –1, yang akan menampilkan nama-nama file beserta informasi untuk setiap file yang ditampilkan.
Option-option yang disediakan :
-a tampilkan semua file di directory termasuk isian.
-o tampilkan hanya nama directory
-g cetak ID kelompok hanya untuk bentuk panjang
-I cetak nomor untuk setiap pemakai
-l tampilkan seluruh file secara lengkap
-o cetak ID pemakai (bila pemakai –1)
-r ubah urutan pengaturan nama file yang telah disusun
-t atur nama file berdasarkan waktu modifikasi terakhir, tidak berdasarkan nama
-o atur nama file berdasarkan waktu akses terakhir
Untuk option nama, bila “nama” merupakan sebuah directory, perintah itu mencetak informasi yang diminta dengan pilihan (option) bagi semua file dalam directory. Bila “nama” sebuah file, maka hanya informasi file bersangkutan yang dicetak.
2. chmod
Fungsi : mengubah proteksi file
Format : chmod bilangan nama file
3. clear
Fungsi : bersihkan layar, (sama dengan perintah CLS di DOS)
Format : clear
4. cmp
Fungsi : bandingkan file1 dan file2 serta laporkan perbedaannya.
Format : cmp file1 dan file2
Keterangan : perintah ini tidak akan melaporkan apa-apa jika file tersebut identik (sama persis), tetapi jika ada perbedaan maka akan dilaporkan. Artinya file coba1 mempunyai perbedaan dengan file coba2 pada posisi 45 baris ke-5
5. cp
Fungsi : copy file1 menjadi file2
Format :
$ cp file1 file2 ---- mengcopy file1 ke file2
$ cp coba3 /home/syarif/nsmail ---- mengcopy file coba3 ke direktori lain
Keterangan : cp akan meng-copy satu file ke file lain atau meng-copy satu file atau lebih, ke sebuah direktory.
6. rm
Fungsi : menghapus file
Format : rm nama-file
7. mv
Fungsi : memindahkan file1 menjadi file2
Format : mv file1 file2
$ mv file1 file2 ---- mengcopy file1 ke file2
$ mv coba3 /home/syarif/nsmail ---- mengcopy file coba3 ke direktori lain
Keterangan : mv akan memindahkan satu file ke file lain atau memindahkan satu file atau lebih, ke sebuah direktori
8. cat
Fungsi : menampilkan isi sebuah file (sama dengan perintah TYPE pada DOS)
Cat berfungsi untuk mencetak ke layar monitor isi dari sebuah file text. Jika yang file dilihat menggunakan perintah ini bukan file text maka akan keluar karakter-karakter aneh pada layar.. Untuk menghindari tercetaknya karakter-karakter aneh tersebut dapat digunakan perintah cat –v
9. more
Fungsi : menampilkan isi text file per layar
Format : more nama file
Keterangan : more menampilkan isi file dari titik tertentu kemudian menampilkan sisa file pada CRT sebanyak satu halaman setiap kali. Setiap layar CRT penuh maka penampilan file akan berhenti dan menunggu kita mengetikkan sebuah karakter atau return.
10. head
Fungsi : perintah head digunakan untuk menampilkan 10 baris pertama dari suatu file teks. Jika ingin menampilkan hanya 4 baris pertama maka digunakan perintah :
$ head –4 coba.txt
11. tail
Fungsi : perintah tail digunakan untuk menampilkan 10 baris terakhir dari suatu file teks. Jika ingin menampilkan hanya 3 baris pertama maka digunakan perintah :
$ tail –3 coba.txt
12. history
Fungsi : mencetak perintah-perintah sebelumnya
$ history|more
Tidak semua versi UNIX menyediakan perintah ini. Perintah history ini dapat digunakan untuk mengingat kembali perintah-perintah yang dijalankan sebelumnya. Perintah ini juga dapat digunakan untuk menjalankan lagi suatu perintah tanpa mengetik ulang. Sistem operasi DOS juga menyediakan fasilitas ini yaitu perintah DOSKEY.COM
13. wc
Fungsi : menghitung jumlah kata, jumlah baris dan jumlah karakter dalam suatu file
Format : wc nama-file
Contoh :
$ wc lpr
15 15 165 lpr -----file lpr terdiri atas 15 baris,
15 kata dan 165 karakter
14. alias
Fungsi : untuk mengganti nama perintah
Dengan menggunakan fasilitas ini, seorang user dapat mendefinisikan perintah UNIX dengan perintah lain yang mudah diingat. Fasilitas ini juga sangat menguntungkan bagi pemakai DOS karena bisa mengaliaskan perintah-perintah UNIX dengan perintah-perintah DOS. Perintah alias hanya ada di C Shell dan tidak dijumpai pada Bourne Shell.
Contoh :
> alias dir/w ls ---- perintah ls dialiskan menjadi dir/w
> dir/w ---- setelah itu perintah dir/w dikenali sebagai ls
Perintah alias juga dapat digunakan untuk menyingkat perintah.
> alias h history ---- perintah history disingkat menjadi h
Untuk membatalkan perintah alias digunakan peritah unalias
> unalias h history ---- peritah alias h dibatalkan
> h ---- memanggil perintah h
h: Command not found. --- perintah h sudah tidak dikenali
15. man
Fungsi : singkatan dari manual yaitu untuk menampilkan informasi bantu untuk semua perintah UNIX. Perintah ini sangat bermanfaat bagi setiap pemakai UNIX karena dapat membantu mengingat kembali perintah-perintah UNIX.
Format : man nama-perintah
16. grep
Fungsi : mencari isi suatu file di sembarang directory
Format : grep –n ‘nama-file’ di-direktori
Keterangan : grep akan mencari suatu variable dalam suatu baris tertentu, di dalam sembarang direktori pada semua file. Grep sangat berguna untuk menemukan kata tertentu dalam beberapa dokumen atau mencari adanya sebuah variable dalam sekelompok program. Misalnya : grep –n ‘shutdown’ /etc/*
Contoh :
$ grep main *.c mencari kata main pada semua file *.c
client.c:main(argc,argv) menampilkan kata-kata yang ditemukan
mumt.c:main()
prakt_1.c:main(argc,argv)
server.c:main(argc,argv
gunakan option –n untuk menampilkan nomer baris.
$ grep -n exit server.c
21: exit(1);
36: exit(1);
58: exit(1);
17. mkdir
Fungsi : membuat direktori
Format : mkdir nama-direktori
Keterangan : di DOS peritahnya adalah MD (make directory)
~$ mkdir coba1 coba2 coba3 (membuat 3 direktori sekaligus)
18. rmdir
Fungsi : menghapus direktori
Format : rmdir nama-direktori
Keterangan : di DOS peritahnya adalah RD (remove directory)
~$ rmdir coba1 coba2 coba3 (menghapus 3 direktori sekaligus)
jika directory yang dihapus tidak ada maka akan ditampilkan pesan



BAB III
KESIMPULAN


Pada Praktikum Linux kali ini saya mempelajari command line dan administrasi sistem. Pada Linux terdapat dua mode untuk menjalankan berbagai aplikasi yaitu melalui Terminal mode dan Graphical mode. Secara umum, user di Linux dibagi menjadi dua yaitu Super user dan Ordinary user. Pada Linux juga terdapat berbagai macam perintah dasar. Untuk mengubah hak akses file atau folder menggunakan perintah dasar chmod.
»»  LANJUT BACA...